Saturday, June 30, 2012

Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya berhasil keluar sebagai juara di kompetisi ABL musim ketiga. Komposisi pemain yang lebih bagus daripada musim sebelumnya juga menjadi salah satu penentu kesuksesan mereka.

Warriors menjuarai ABL musim ini setelah menundukkan tim Filipina, San Miguel Beermen, di babak final dengan skor 2-1 dalam sistem best of three. Keberhasilan mereka terasa lebih indah karena dipastikan dengan kemenangan dalam laga penentuan di kandang Beermen.

Setelah kalah 83-86 di game pertama, menang 81-61 di game kedua, tim besutan Todd Purves ini menang 78-76 di game penentuan, Sabtu (30/6/2012).

Menurut Rony Gunawan, Warriors bisa juara karena punya pemain-pemain yang lebih oke daripada musim pertama dan kedua.

"Tahun ini, komposisi pemain lebih bagus, baik lokal maupun asingnya. Jadi, tim ini sangat bagus tahun ini," ungkap Rony di Manila, Sabtu (30/6/2012).

Di tengah musim, Warriors mendapatkan tambahan tenaga pemain asing baru dalam diri Evan Brock dan Stanley Pringle. Selain itu, menjelang akhir musim, Arki Dikania Wisnu dan Christian Ronaldo Sitepu juga bergabung dengan tim. Karena pemain-pemain tersebut cepat menyatu dengan Warriors, tim pun makin tangguh.

"Kuncinya kita cepat beradaptasi dengan pergantian pemain di tengah musim. Di ABL ini, (komposisi) pemain sangat berperan penting, terutama pemain asing. Peran mereka sangat vital sekali," ujar Rony.

Kesuksesan Warriors sempurna dengan keberhasilan Evan Brock tampil sebagai MVP final dan pelatih Todd Purves menjadi pelatih terbaik ABL musim ini. Purves sendiri mengatakan, Warriors tidak memenangi laga final dengan mudah. Ia bahkan memuji organisasi permainan dari Beermen.

"Saya angkat topi untuk (pelatih Beermen) Bobby Parks dan organisasi permainan Beermen. Organisasi permainan mereka kelas dunia," kata Purves.


Via: Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors

Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo


Assen - Alvaro Bautista dinilai bersalah, menyusul insiden crash antara dirinya dengan Jorge Lorenzo. Akibatnya, Bautista bakal start dari urutan terbelakang di MotoGP Jerman.

Pada balapan di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012), Lorenzo, yang menang berturut-turut di tiga seri terakhir, mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Alvaro Bautista di tikungan pertama, dan keduanya langsung out.

Pemenang balapan tersebut, Casey Stoner, sampai-sampai menyayangkan insiden tersebut. Ia mengaku tidak terlalu senang meraih kemenangan, tanpa rival beratnya memberikan perlawanan.

MotoGP kemudian memutuskan Bautista bersalah. Mereka menyebut, Bautista membalap dengan sikap yang tidak bertanggungjawab, membahayakan Jorge Lorenzo, dan akhirnya dihukum start dari urutan paling belakang di Sachsenring.

Gresini mengajukan banding atas hukuman tersebut. Tapi, para steward dari FIM menyatakan bahwa keputusan tersebut adalah final.


Via: Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo

Buffon: Prandelli Sukses "Jinakkan" Balotelli


KIEV, KOMPAS.com - Kiper Italia, Gianluigi Buffon, mengapresiasi penampilan gemilang striker Mario Balotelli dalam beberapa laga terakhir "Gli Azzurri" dan menurutnya hal itu berkaitan dengan pelatih Cesare Prandelli.

Balotelli sebelumnya sempat dikritik karena dinilai banyak melawatkan peluang mencetak gol, terutama saat melawan Kroasia di penyisihan Grup C. Akan tetapi, penyerang Manchester City itu bangkit dan tampil gemilang dengan mencetak dua gol kemenangan Italia atas Jerman di babak semifinal.

"Mario (Balotelli) telah bermain sangat baik karena dia mempunyai semua kualitas yang hebat, dan ini adalah awal yang baik untuk kariernya. Dia telah menemukan pelatih hebat (Prandelli), yang membuatnya menjadi pemain yang lebih baik," ujar Buffon.

"Tetapi jelas, poin utama kemajuan itu berasal dari dirinya sendiri, karena dia telah berkerja keras mencapai level ini," kata Buffon.

Adapun, dua gol itu membuat Balotelli menjadi pemain pertama Italia yang mencetak tiga gol dalam satu turnamen Euro sepanjang sejarah. Bahkan, ia berpeluang menjadi top scorer karena mampu memupus harapan Mario Gomez, karena setelah Jerman tersingkir, koleksinya mandek di angka tiga gol.

Torehan yang sama juga diraih Mario Mandzukic (Kroasia) dan Alan Dzagoev (Rusia). Akan tetapi, kedua bomber itu malah sudah angkat koper di penyisihan grup. Dengan demikian, raihan trigol Balotelli masih dapat bertambah jika mampu membobol gawang Spanyol di final di Stadion Olimpiade Kyiv, Minggu (1/7/2012).


Via: Buffon: Prandelli Sukses "Jinakkan" Balotelli

Terwujudnya Mimpi Warriors


Manila - Butuh tiga musim bagi Indonesia Warriors untuk bisa menyabet gelar juara ASEAN Basketball League (ABL). Keberhasilan mereka mewujudkan mimpi mereka ini adalah buah dari kerja keras.

Warriors tampil sebagai juara usai mengalahkan San Miguel Beermen dengan skor total 2-1 di babak final yang memakai sistem best of three. Dalam game penentuan yang digelar di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), tim asuhan Todd Purves itu menang satu bola 78-76.

Ini adalah gelar pertama buat Warriors. Di musim pertama, saat masih memakai nama Satria Muda Britama, mereka harus puas jadi runner-up karena ditundukkan Philippine Patriots di final. Semusim berikutnya, mereka malah gagal lolos ke babak play-off.

"Musim pertama kita masuk final, tapi kalah. Di musim kedua, saat itu jadwal ABL dan NBL sama, makanya kita merosot. Di musim ketiga, kita berpikir bahwa tim yang bertanding di ABL dan NBL harus dipisah, dan harus disiapkan sendiri-sendiri," ungkap pemilik Warriors, Erick Thohir, saat ditemui seusai pertandingan.

"Di sini kita bukan cuma membawa nama Warriors, tapi juga nama Indonesia. Itu yang berat. Persiapan kita lebih bagus dari musim kedua karena tim kita terpisah," jelasnya.

Erick menambahkan, Warriors bisa juara karena berani bermimpi. Kendati harus menghadapi lawan-lawan tangguh se-ASEAN, timnya mau bekerja keras demi mengejar kejayaan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada para pemain, pelatih, para partner untuk bisa membawa mimpi Indonesia menjadi juara. Misi Indonesia Warriors dan Satria Muda kan sama, yaitu juara Indonesia, Indonesia juara. Ini yang harus kita wujudkan," tuturnya.

"Kita harus membuat mimpi kita sendiri, jangan melihat mimpi orang terus. Kita harus membuat mimpi kita dan kita harus berusaha. Insya Allah kalau kita serius, kita fokus, kita fight, akan dikasih jalan," kata Erick.


Via: Terwujudnya Mimpi Warriors

Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya tampil sebagai juara ASEAN Basketball League (ABL) musim ketiga. Namun, untuk memastikan gelar tersebut, Warriors harus melalui perjuangan yang tidak mudah.

Warriors bertemu dengan San Miguel Beermen di babak final yang memakai sistem best of three. Setelah kalah 83-86 di kandang Beermen, Warriors membalas di game kedua yang digelar di Jakarta dengan skor mencolok 81-61. Karena kedudukan sama kuat, game ketiga pun terpaksa dihelat.

Dalam pertandingan game ketiga di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), Beermen yang tampil di hadapan dukungan publiknya sendiri langsung tampil menekan. Mereka sempat unggul lima poin, namun tembakan tiga angka Jerick Uy Canada membuat Warriors berbalik unggul 15-13. Setelah itu, Warriors menutup kuarter pertama dengan 19-13.

Di kuarter kedua, Beermen mencoba untuk mengejar. Namun, Warriors masih bisa menjaga jarak dan menambahkan 19 poin untuk memimpin 38-33.

Usaha Beermen untuk menyamakan kedudukan baru berhasil di awal kuarter ketiga saat tembakan Christhoper Banchero membuat skor jadi 38-38. Bahkan, beberapa saat kemudian Willard Crew membawa Beermen memimpin dua poin. Namun, tak lama kemudian Warriors unggul lagi lewat tembakan tiga angka Joseph Salangsang. Setelah itu, tim tamu mulai menjauh dan unggul jauh 64-53 di akhir kuarter.

Kuarter keempat berjalan seru sekaligus menegangkan. Beermen kembali memangkas selisih poin menjadi dua angka dalam kedudukan 69-71 saat pertandingan tinggal tersisa 2 menit 14 detik.

Saat waktu tinggal tersisa 17 detik lagi, Warriors juga cuma unggul 78-76. Mereka makin tegang karena dua lemparan bebas Evan Brock di momen selanjutnya tak masuk keranjang. Beruntung buat mereka, usaha Beermen untuk menyalip lewat tembakan tiga angka Nicholas Fazekas gagal. Warriors pun menang 78-76 dan berhak mengangkat piala.

Seusai pertandingan, pelatih Warriors, Todd Purves, mengakui bahwa game ketiga ini berjalan tidak mudah. Dia pun tak sungkan memuji Beermen.

"Ini masih merupakan pertandingan yang sangat ketat. San Miguel sangat 'Brasil', sangat terlatih," ucapnya.

"Saya angkat topi untuk
Via: Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors

Pemain Inggris Berlibur di Ibiza


IBIZA, KOMPAS.com - Setelah Inggris tersingkir dari Piala Eropa 2012, para pemainnya langsung berlibur. Striker Andy Carroll, Danny Welbeck, dan Joe Hart dikabarkan bersama Michael Carrick berlibur di Pulau Ibiza, Laut Mediterania.

Mereka seolah sudah melupakan kekalahan Inggris dari Italia di perempat final. Keempatnya dikabarkan begitu menikmati liburannya yang juga ditemani saudara Gary Lineker, Wayne Lineker.

mereka beberapa kali terlihat diminta fans untuk berfoto bersama. Namun, keempatnya sering berbaur dengan orang lain.

Seorang sumber kepada The Sun mengatakan, "Mereka menikmati masa yang indah. Mereka terus tersenyum dan melayani foto dengan fans. Mereka memili musim yang panjang dan mencoba melupakan kekecewaan karena Inggris tersingkir (dari Piala Eropa)."

Tentu saja, liburan mereka tetap ditemani wanita-wanita cantik. Bahkan, Carroll tertangkap kamera sedang santai, sementara wanita cantik di sampingnya menuangkan minuman buatnya.

Menurut Wayne Lineker, mereka juga mengagendakan pesta besar. Lewat akun Twitter, Wayne Lineker menulis, "Ini akan menjadi pesta abad ini."


Via: Pemain Inggris Berlibur di Ibiza

Inter Pernah Menarik Balotelli Kembali


MILAN, KOMPAS.com - Pemilik dan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengungkapkan, pihaknya pernah berusaha menarik Mario Balotelli lagi ke San Siro. Namun, Manchester City sebagai pemiliknya menolak.

Balotelli besar di akademi sepak bola Inter Milan. Dia mulai dipromosikan ke tim senior saat Inter masih dilatih Roberto Mancini. Di bawah Pelatih Jose Mourinho, Balotelli belum diberi banyak kesempatan. Pada Agustus 2010, Mancini merekrutnya ke City. Saat itu, ia ditransfer 22 juta euro (sekitar Rp 261,5 miliar).

Balotelli terus berkembang sebagai pemain hebat. Bahkan, dia baru saja menjadi bintang Italia. Ia mencetak dua gol di semifinal Piala Eropa 2012 saat Italia melawan Jerman. Italia pun menang 2-1 dan lolos ke final.

"Saya bahagia buat Mario karena akhirnya dia menemukan rumahnya, Italia. Apalagi, rasanya dia sudah dicintai setiap orang Italia seperti yang ia inginkan," kata Moratti kepada La Gazzetta dello Sport.

"Ini seperti sebuah penaklukkan. Dalam pelukan ibunya setelah pertandingan, Anda bisa melihat segala yang pernah saya katakan. Itu sebuah konfirmasi atas seseorang yang akhirnya menyaradi dia tak akan menyia-nyiakan bakatnya," lanjut Moratti.

Moratti juga membantah jika pihaknya menyesal karena telah melepaskan Balotelli, meski berusaha mendapatkannya lagi. "Benar, Inter pernah ingin memiliki Balotelli lagi, tapi ditolak Manchester City. Jika ada penyesalan di diri saya, itu karena melepaskan Andrea Pirlo ke AC Milan," akunya.

"Balotelli adalah anak yang kompleks. Tapi, di atas segalanya ia adalah bakat hebat dan di Piala Eropa 2012 dia membuktikannya di depan mata dunia di pentas internasional," ujarnya.

Dilaporkan, usaha Inter untuk mendapatkan Balotelli lagi dilakukan dua bulan lalu. Hal itu diakui Moratti.

"Saya tak malu mengakui menginginkan Balotelli lagi. Saya akan bahagia untuk memilikinya lagi. Tapi, Macnhester City yang punya hak atasnya dan mereka ingin mempertahankannya," jelasnya.

Selain Balotelli, Pirlo juga tampil menawan di Piala Eropa 2012. Sebelumnya, ia telah menunjukkan sentuhan mautnya dengan membawa Juventus menjuarai Liga Serie-A musim 2011-12. Dia sebelumnya pemain Inter Milan yang kemudian dijual ke AC Milan. Ternyata, Milan akhirnya melepaskannya ke Juventus.

"Apakah saya menyesal dulu menjual Pirlo? Jika kami menyesal, bagaimana dengan perasaan AC Milan?" sindir Moratti.

"Dia pemain hebat. Seseorang yang berumur 30-an tahun tapi bermain seperti berumur 16 tahun. Karakter dan kemampuannya untuk membuat sesuatu menjadi mudah sangat mengagumkan, terutama setiap gerakannya untuk tim dan tak pernah untuk dirinya sendiri," puji Moratti.


Via: Inter Pernah Menarik Balotelli Kembali

Tristan Alif Dipersiapkan Menuju Anfield


JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah-tengah kedatangan Josep Guardiola ke Indonesia, terdapat sosok yang tak kalah mencuri perhatian. Dialah Tristan Alif Naufal. Bocah berusia 7 tahun itu dianggap memiliki bakat menjadi pemain sepak bola di masa depan.

Alif juga sempat menunjukkan kebolehannya mengolah si kulit bulat. Guardiola sempat dibuat terpukau oleh aksi bocah yang saat ini menimba ilmu sepak bola di Liverpool Academy Indonesia itu.

Tak ingin bakat Alif sia-sia, pihak Liverpool Academy Indonesia telah memiliki rencana matang untuknya. Semua itu dilakukan agar Alif memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari pengembangan pemain belia Liverpool di Inggris.

"Alif kami proyeksikan untuk mengikuti trial di Inggris ketika berusia 10 tahun. Karena saat ini dia baru berusia 7 tahun, kami akan terus memantau perkembangannya," jelas Humas Liverpool Academy Indonesia, Qatrunnada Salma, di Jakarta, Sabtu (30/6/2012).

"Banyak program yang akan dijalani Alif. Dia saat ini sedang belajar bahasa Inggris dan kami juga terus memantau kondisi fisik serta gizi Alif," sambungnya.

Pihak Liverpool sendiri juga mengikuti perkembangan Alif. Jika terus menunjukkan perkembangan signifikan, mungkin saja Alif bisa menjadi salah satu bocah asal Indonesia yang menimba ilmu di Anfield beberapa tahun mendatang. Terus berjuang, Alif!


Via: Tristan Alif Dipersiapkan Menuju Anfield

Fans Barca Berharap Pep Jadi Presiden Barcelona


JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak ada yang mengira sosok pelatih tersukses sepanjang masa Barcelona berkunjung ke Indonesia. Hal itu juga dirasakan oleh salah seorang fans Barcelona yang juga pengurus FCBI chapter Jakarta, Ferry.

Ferry bersama rekan-rekannya yang lain dibuat kaget saat berita rencana kedatangan Guardiola muncul. "Kami semua seakan tak percaya. Kabar Pep datang sangat tiba-tiba," jelasnya kepada Kompas.com.

"Setelah itu, kami merundingkan apa yang ingin kami berikan kepadanya sebagai 'buah tangan' dari Indonesia. Akhirnya, kami memutuskan untuk memberikan batik bermotif Barcelona," lanjutnya.

Sebagai pelatih tersukses "Blaugrana", kepergiannya cukup membuat para fans sedih. Sebagian fans bahkan ada yang berharap Guardiola bisa kembali melatih di Camp Nou. Jika tak lagi membesut Barcelona, para fans berharap Guardiola menduduki jabatan lain.

"Pep telah membawa kesuksesan untuk Barcelona. Wajar bila kami ingin dia terus berada di Barcelona. Jika bukan sebagai pelatih, Pep mungkin bisa menjadi presiden Barcelona," tutupnya.


Via: Fans Barca Berharap Pep Jadi Presiden Barcelona

Balotelli Menangis Bersama Ibunya


WARSAWA, KOMPAS.com - Ibu angkat Mario Balotelli, Silvia Balotelli, mengungkapkan bahwa striker Italia tersebut menangis setelah pertandingan lawan Jerman. Itu sangat jarang terjadi. Terakhir kali Balotelli menangis karena Jose Mourinho.

Balotelli menjadi bintang Italia dengan mencetak dua gol di semifinal Piala Eropa 2012, Kamis atau Jumat (29/6/2012) dini hari WIB. Dua gol itu membawa Italia menang 2-1 dan lolos ke final.

Setelah pertandingan usai, para pemain Italia langsung berkumpul dan merayakan kesuksesan itu. Namun, tidak dengan Balotelli. Dia berjalan menuju tribun untuk mendekati ibu angkatnya, Silvia. Ia kemudian mencium ibunya.

"Sangat sulit melihat Mario menangis. Terakhir kali dia menangis mungkin karena Jose Mourinho," kata Silvia kepada La Gazzetta dello Sport. Namun, dia tak menyebutkan apa yang dilakukan Mourinho hingga Balotelli menangis.

"Ketika merasa kesulitan, diserang, atau dikhianati, Mario bereaksi dengan mengasingkan dirinya dari orang lain. Itu yang terjadi sebelum pertandingan melawan Irlandia," jelas Silvia.

"Kami sempat berjuang untuk mengontaknya dan dia tak menjawab pesan kami. Itulah sebabnya, saya menangis bahagia. Dua gol itu sangat luar biasa dan terjadi di pertandingan penting. Itu telah membaskan dia, karena bakat dan kegeniusannya telah keluar. Dia akhirnya mampu membuktikan apa yang ingin ia lakukan," jelasnya.

Mario Balotelli keturunan Ghana. Dia diadopsi keluarga Balotelli saat masih berusia dua tahun. Dia amat dekat denan kedua orang tua angkatnya. Bahkan, dia sering menceritakan kemenangan kepada mereka, terutama kepada ayahnya, Franco Balotelli. Namun, Franco sudah amat tua dan tak bisa sering-sering menyaksikan Balotelli bertanding.

"Ini juga sangat sulit baginya untuk memeluk saya seperti itu di depan banyak orang. Seperti halnya anak muda lainnya, dia (Balotelli) agak malu terlihat dengan ibunya. Tapu, di momen seperti itu, dia kelwat bahagia. Dia berbisik di telinga saya agar saya membawa ayahnya ke Kiev. Saya kemudian pulang ke Italia dan kami berdua akan berada di sana, Minggu," janjinya.

Italia akan melawan Spanyol di final Piala Eropa 2012 di Kiev, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB.

Silvia agak menyesalkan tindakan Balotelli melepaskan baju, setelah mencetak gol kedua. Namun, dia bisa memahami psikologinya.

"Dia sangat kesal kepada siapa pun yang mengkritiknya karena tidak melakukan selebrasi kala mencetak gol. Maka, dia memutuskan untuk mencari cara lain dalam merayakan gol," jelas Silvia.

"Anak saya sering mengatakan bahwa ia buka arogan, tapi dia merasa dia memiliki sesuatu yang spesial. Itu yang sering ia katakan," tambahnya.

Menurut La Gazzetta dello Sport, ayah angkat Balotelli, Franco, tak hanya akan menyaksikan anaknya bertanding lawan Spanyol. Ia juga akan membawa beberapa potong coklat. Ini sudah menjadi kebiasannya memberi hadiah coklat kepada Balotelli ketika dia masih kecil.

Silvia juga menyatakan terima kasih kepada Pelatih Italia, Cesare Prandelli. Sebab, dia memberi kesempatan kepada anaknya bertanding di Piala Eropa dan membuktikan kemampuannya.

"Prandelli adalah orang baik dan dia telah mengajarkan banyak hal penting kepada anak saya. Maka, saya meneleponnya untuk mengucapkan terima kasih," terang Silvia.


Via: Balotelli Menangis Bersama Ibunya

Lorenzo Sial, Stoner Naik Podium Satu Lagi


Assen - Casey Stoner akhirnya naik podium satu lagi setelah memenangi MotoGP Belanda, Sabtu(30/6/2012). Penguasa tiga seri sebelumnya, Jorge Lorenzo, bernasib sial karena out tak lama setelah start.

Pada balapan di sirkuit Assen, Stoner memastikan kemenangannya terutama sejak berhasil menyalip rekan Repsol Honda-nya, Dani Pedrosa, di sembilan lap terakhir. Setelah melakukan overtake itu ia tak terkejar lagi oleh Pedrosa dan menyentuh garis finish pertama dengan catatan waktu 41 menit 19,855 detik.

Pedrosa harus puas di tempat kedua dengan selisih empat detik dari sang juara bertahan. Andrea Dovizioso, yang bertarung sengit dengan Ben Spies, mendapatkan podium ketiga.

Bagi Stoner ini adalah kemenangannya yang ketiga di musim ini dari tujuh seri yang telah tergelar. Ia juga mendapat berkah karena Lorenzo, yang menang berturut-turut di tiga seri terakhir, mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Alvaro Bautista di tikungan pertama, dan keduanya langsung out.

Kemenangan ini sekaligus membuat Stoner menyamai perolehan angka Lorenzo, yakni 140. Sebelumnya rider Australia itu menang di seri kedua
Via: Lorenzo Sial, Stoner Naik Podium Satu Lagi

Euro 2020 Digelar di Seluruh Eropa


KIEV, KOMPAS.com - Presiden Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Michel Platini, mengajukan usul ekstrem. Menurutnya, akan menarik jika Piala Eropa 2020 nanti digelar di beberapa negara di Eropa.

"Ini hanya ide. belum ada kepastian. Pada Desember (2012) atau Januari (2013) kami akan memutuskan apakah Piala Eropa akan digelar di satu negara, dua negara, atau bahkan di beberapa negara di Eropa," kata Platini pada temu pers di Kiev, Ukraina, Sabtu (30/6/2012).

Piala Eropa akan merayakan ulang tahun ke-60 pada 2020 nanti. gelaran Euro 2020 itu bisa digelar di 12 atau 13 kota di beberapa negara di Eropa. Sehingga, panitia tidak lagi dipusingkan soal kesiapan infrastruktur, karena tuan rumah akan dipilih di kota-kota yang memiliki infrastruktur terbaik.

Sejauh ini, sudah ada beberapa negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Eropa 2020. Mereka antara lain Turki, Irlandia, juga Skotlandia dan Wales. (AFP)


Via: Euro 2020 Digelar di Seluruh Eropa

Kencan Kedua di Panggung yang Sama


KIEV, KOMPAS.com - Spanyol dan Italia. Kedua tim sudah bertanding di penyisihan Grup C dengan hasil imbang 1-1. Kedua tim telah melakoni adegan demi adegan di panggung Piala Eropa 2012 hingga ke pengujung kisah: final. Tim Azzurri akan habis-habisan menyauk mahkota yang lepas dari genggaman sejak merebutnya pertama kali pada tahun 1968. Matador pun akan ngotot mempertahankannya.

Apakah babak final Piala Eropa 2012 akan menjadi pengulangan kencan Italia dan Spanyol di penyisihan Grup C? Pasti tidak. Tidak pernah ada pengulangan di dalam setiap perjumpaan. Seorang koki yang setiap hari memasak spageti saus pesto, misalnya, biasanya tidak akan menghasilkan olahan yang persis sama, baik takaran bumbunya, cara menuang, maupun suasana hati sang koki.

Media massa di Polandia merayakan bertemunya kedua tim besar ini di final, dan menyebut Italia sebagai Italia yang jaya. Warsawa beruntung. Laga terakhir (di Polandia) adalah laga terbaik dari semua laga di turnamen ini. Italia, yang sangat berubah karena Pelatih Cesare Prandelli, sekali lagi menyuguhkan sepak bola yang megah, tulis koran Rzeczpospolita yang terbit Jumat (29/6).

Harian Polska The Times menulis, Bahkan sebelum final, kami dapat mengatakan, Piala Eropa 2012 sangat sukses. Semua orang segera ingin menonton final antara kedua tim dengan tradisi sepak bola yang kuat itu.

Sulit untuk menjagokan satu dari dua finalis ini. Italia mencatat rekor lebih baik dari Spanyol di turnamen utama internasional sejak pertemuan pertama mereka pada 1934. Di ajang Piala Dunia, Italia mengalahkan Spanyol 1-0 di perempat final Piala Dunia 1934 dan perempat final Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, 2-1. Di hajatan Piala Eropa 1988, Italia menekuk Spanyol 1-0 di penyisihan grup. Empat perjumpaan lainnya berakhir imbang, termasuk di penyisihan Piala Eropa 2012. Artinya, La Furia Roja belum pernah sekali pun menang melawan Azzuri.

Predikat Del Bosque
Jika Spanyol mampu menggaet kembali titel Piala Eropa di Kiev, Minggu besok, Pelatih Vicente del Bosque akan menorehkan sejarah baru sebagai satu-satunya pelatih yang mampu memenangi Piala Eropa, Piala Dunia, dan Liga Champions, dan berturut-turut pula.

Predikat ini sangat berarti bagi pelatih berusia 61 tahun ini. Bukan semata karena gengsi, tetapi juga prestasi. Piala Eropa 2008 ditangani Luis Aragones, itulah mengapa Del Bosque menginginkan gelar ini. Ia akan menjadi pelatih yang berhasil memimpin klub dan tim nasional dan menyejajarkan diri dengan eks pelatih Jerman, Helmut Schoen, yang memenangkan timnya di Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974.

Del Bosque mendekati rekor yang luar biasa itu, menggenapi karier gemilangnya saat membawa Real Madrid menjuarai La Liga dua kali sekaligus juara Liga Champions tahun 2000 dan 2002. Del Bosque adalah kualitas. Terbukti sejak ia dipecat tahun 2003, Real Madrid bertahun-tahun gagal menjuarai La Liga, meski berganti-ganti manajer, hingga Fabio Capello masuk tahun 2007.

Maka, Del Bosque memiliki banyak alasan yang memotivasinya untuk memenangi final besok. Ia akan melebihi Schoen, yang belum pernah membawa klubnya menang di liga di negaranya. Ia akan melebihi eks pelatih Italia, Marcello Lippi, yang belum pernah memenangkan timnya di Piala Eropa.

Setelah babak kualifikasi, Del Bosque makin percaya diri pada timnya. Menang di semua laga kualifikasi adalah pembuktian solidnya Spanyol saat ini. Saya merasa tersanjung bisa melatih generasi yang brilian seperti ini, katanya kepada majalah World Soccer.

Del Bosque tidak berlebihan. Ia memiliki banyak pilihan nama di pasukannya. Di barisan striker ada David Silva, Fernando Llorente, David Villa, dan Fernando Torres. Bahkan Torres pun hanya sebentar diturunkan. Di jajaran gelandang, Andres Iniesta adalah pemimpin yang sangat pinter mentransfer ilmu. Ia menjadi semacam mediator antara pelatih dan para pemain. Cesc Fabregas, Sergio Busquets, Jesus Navas, Xabi, Xabi Alonso... Wah...

Berbahaya
Betapa pun sempurna skuad Spanyol, dengan nama-nama pemain berteknik individu mumpuni, lawan kali ini adalah Italia. Tim ini berbahaya. Tim asuhan Cesare Prandelli ini terseok-seok di Grup C, tapi bertahap membaik. Jerman yang belum terkalahkan sejak babak kualifikasi pun dilibas.

Gelandang dan motor tim Italia, Andrea Pirlo, memandang Spanyol sebagai tim tangguh yang sulit ditaklukkan. Namun ia yakin, rasa percaya diri timnya akan menyembulkan semangat untuk menang. Tim kami fantastis. Kami memang dengan luar biasa melawan tim yang hebat. Kami sangat berharap bisa konsisten seperti ini dan menang di Kiev, ujar Pirlo, yang menjadi man of the match.

Pirlo menjadi ancaman untuk Spanyol, dan itu diakui Del Bosque. Kebanyakan gelandang sudah merosot tajam di usia 33 tahun, namun Pirlo masih menggebrak. Fisiknya prima. Ia mengawal Juventus menjadi tim yang tidak terkalahkan di Serie A.

Saya selalu memberikan yang terbaik. Sekarang, kami masuk final dan kami akan menikmati permainan ini sampai puas. Saya belum mau merayakan apa pun setelah menang (atas Jerman), karena kami belum melakukan apa pun (untuk menang). Kami ingin pulang ke rumah dengan membawa trofi, kata Pirlo.

Prandelli menegaskan, ia dan timnya masih menjaga mimpinya, untuk mengangkat trofi di final nanti. Minggu kami akan memiliki spirit yang sama untuk berjuang dan berlari, seperti yang kami lakukan saat melawan Inggris (di perempat final), tuturnya.

Pemain belakang Italia, Giorgio Chiellini, mengatakan, setelah menang di semifinal, ia akan mulai berpikir lagi, yakni mewujudkan mimpi, Minggu besok. Sementara bagi Mario Balotelli, ia merasa sudah siap untuk pertandingan final.

Balotelli cuek dengan penggambaran dirinya seperti King Kong di koran olahraga Gazzetta dello Sport. Ia dengan mantap mengatakan, Di final nanti semoga kita lebih baik. Saya tidak akan mencetak empat gol, bukan dua lagi, ujarnya. (SUSI IVVATY)


Via: Kencan Kedua di Panggung yang Sama

Menembus Tapal Batas Ukraina


LVIV, KOMPAS.com - Berakhir sudah perhelatan semua laga Piala Eropa 2012 di Polandia. Dengan berakhirnya semifinal Jerman versus Italia di Warsawa, Kamis (28/6), tinggal satu laga tersisa. Laga final antara juara bertahan Spanyol dan Italia di Kiev, Ukraina, Minggu (1/7).

Sejak kemarin terjadi mobilitas pergerakan massal hingga puluhan ribu orang dalam rentang tiga hari, dari Polandia menuju Ukraina. Mereka adalah suporter, ofisial turnamen dan pegawai UEFA, media, juga penonton netral yang telah mendapatkan tiket final.

Sejak awal pekan ini sudah sulit mencari tiket kereta atau pesawat dari Warsawa ke Kiev yang berjarak 820 kilometer. Dengan pesawat rute itu hanya memakan waktu 1,5 jam. Naik kereta butuh 16,5 jam.

Jaringan rel kereta yang menghubungkan kedua negara itu berbeda jauh dengan yang ada di Eropa Tengah, apalagi Eropa Barat. Di Polandia dan Ukraina, perjalanan kereta lintas negara butuh waktu lama. Dari Warsawa ke Lviv (kota Ukraina terdekat dengan perbatasan Polandia) yang jaraknya 385 kilometer saja perlu 12,5 jam.

Dengan kondisi tersebut, perjalanan darat dengan mobil jadi salah satu alternatif menarik meski hal itu sebenarnya tidak direkomendasi. Kondisi jalan di Ukraina secara umum kurang bagus. Namun, pembangunan membuat kondisi jalan membaik, tulis Anna Shevchenko dalam buku Culture Smart! Ukraine (cetakan keempat, 2010).

Pengendara mobil di Ukraina juga sering ceroboh, suka menyodok, lanjut Shevchenko. Namun, berhubung harus menghadiri laga Jerman-Denmark di Lviv, medio Juni lalu, wartawan Kompas MH Samsul Hadi bersama rekan dari tabloid Bola menyewa mobil dari Warsawa.

Kita perlu waktu sekitar enam jam jika tanpa berhenti, ujar Tigor, si sopir. Tak ada kendala berarti sepanjang perjalanan dari Warsawa ke gerbang perbatasan di Hrebenne. Kondisi jalan secara umum mulus. Mobil bisa dipacu hingga kecepatan 150 kilometer per jam.

Pemandangan sepanjang perjalanan juga mengasyikkan. Sesekali jalan menyibak hutan, membuat mata terasa teduh. Tiga jam berlalu dan tibalah di Lublin yang terkenal dengan salah satu kamp konsentrasi Nazi pada Perang Dunia II. Kamp itu masih terpelihara dan kini jadi tempat wisata.

Begitulah. Salah satu keuntungan perjalanan dengan mobil adalah bisa mampir di tempat bersejarah atau kawasan wisata. Sebelum matahari condong, perjalanan mencapai tapal batas Polandia-Ukraina di Hrebenne.

Di gerbang perbatasan yang mirip gerbang tol beberapa jalur itu, atribut Piala Eropa 2012 terlihat di mana-mana. Tidak banyak antrean, tetapi pemeriksaan dokumen perjalanan dan tanda identitas cukup memakan waktu. Pemeriksaan itu dua kali, pertama oleh petugas imigrasi Polandia, kedua oleh petugas imigrasi Ukraina. Butuh sekitar setengah jam sejak menunggu giliran masuk hingga keluar dari tapal batas itu. Seisi kendaraan pun digeledah petugas yang membawa anjing pelacak. Lebih lama karena sering terjadi upaya penyelundupan, kata Tigor.

Berbeda dari Polandia, jalan di Ukraina kurang mulus dan yang melintasi banyak mobil tua dan butut. Tanda petunjuk jalan pun tidak selalu jelas terlihat.

Namun, setiba di Lviv, kesan pertama adalah eksotis meski ruwet. Lalu lintas cukup semrawut, tetapi gedung-gedungnya kuno, terawat, dan bersejarah. Tak heran Lviv masuk dalam situs Warisan Dunia UNESCO.

Dalam tiga hari sejak kemarin, belasan hingga puluhan ribu suporter Italia juga akan bergerak ke Kiev dari Warsawa, menyusul suporter Spanyol yang lebih dulu tiba. Sebagian suporter Italia itu bermobil melintasi perbatasan. Ketika final berakhir, rasa lelah itu akan berganti. Entah kecewa atau gembira.


Via: Menembus Tapal Batas Ukraina

Tim Kapinis Bandung Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim


Muaraenim - Tim Kapinis II Bandung untuk sementara memimpin di hari pertama Kejurnas Arung Jeram di Sungai Enim, Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, Sabtu (30/6/2012).

Ini diraih setelah mereka menjadi yang tercepat pada nomor sprint dengan catatan waktu satu menit 7,477 detik. Tim kedua yang meraih catatan waktu terbaik adalah Kapinis I Bandung dengan 01:08,943, serta BRC Boogie Banten dengan catatan waktu 01:09,230 di peringkat ketiga.

Pada hari pertama ini digelar dua nomor yakni sprint dan head to head. Saat sprint, sejumlah peserta mengalami kesulitan saat memasuki pertengahan jalur lomba, lantaran arus tipis dan terdapat dua batu besar. Banyak perahu peserta tersangkut beberapa detik.

Syukurlah kami lolos dari jalur itu, kata Wawan Purwana, manajer tim Kapinis Bandung, kepada detikcom, Sabtu (30/06/2012).

"Arung Sumsel 2012" diikuti 16 tim dari sejumlah daerah di Indonesia, berlangsung sampai 3 Juli.





Via: Tim Kapinis Bandung Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim

Iniesta: Pemain Terbaik? Aku Tak Peduli


KIEV, KOMPAS.com Tak terbantahkan lagi bila peran Andres Iniesta bersama Spanyol di Piala Eropa 2012 begitu besar. Pergerakan bintang asal Barcelona itu memudahkan para pemain lain mengembangkan permainan. Namun, Iniesta ternyata tidak memikirkan bila dirinya bisa saja menjadi pemain terbaik Piala Eropa 2012.

Dari lima pertandingan yang telah dilalui "La Furia Roja", Iniesta merengkuh dua kali gelar "Man of the Match". Banyak yang memperkirakan Iniesta akan menjadi pemain terbaik jika Spanyol keluar sebagai juara.

Sikap rendah hati ternyata dimiliki pemain bernama lengkap Andres Iniesta Lujan itu. Pria kelahiran Albacete tersebut lebih memikirkan gelar juara bagi Spanyol ketimbang peluangnya mendapatkan gelar individu di Piala Eropa 2012.

"Aku tidak pernah merasa ingin meraih gelar pribadi. Aku tidak memikirkan pemain terbaik Piala Eropa 2012. Aku akan lebih senang bila Spanyol keluar sebagai juara," jelas Iniesta seperti yang dilansir AS.

"Dalam sepak bola, segalanya tidak mutlak. Aku tidak tahu siapa yang akan dipilih menjadi pemain terbaik. Italia punya Claudio Marchisio dan Andrea Pirlo yang bermain bagus. Kami juga memiliki beberapa pemain bagus. Jadi, aku sama sekali tak peduli," pungkasnya.


Via: Iniesta: Pemain Terbaik? Aku Tak Peduli

Fabregas: Iniesta Sumber Keyakinan Kami


KIEV, KOMPAS.com - Gelandang tim nasional Spanyol, Cesc Fabregas, memuji kualitas yang dimiliki rekan setimnya, Andres Iniesta. Menurutnya, Iniesta merupakan salah satu pemain yang menampilkan permainan memikat bersama "La Furia Roja" di Piala Eropa 2012.

"Permainan Andres semakin baik dari pertandingan satu ke pertandingan lainnya. Dia mengalami musim yang sulit di klub karena terus cedera. Tapi, dia saat ini luar biasa di Piala Eropa 2012. Kemampuannya berdampak besar bagi perjalanan kami di sini," puji Fabregas.

"Dia kreatif, mengalirkan bola dengan baik, dan punya umpan luar biasa. Setiap tahun, dia selalu mencetak lebih banyak gol. Dia sumber keyakinan terbesar kami. Selama pertandingan Anda bisa melihatnya mengambil tanggung jawab lebih dan lebih dalam serangan kami," lanjutnya.

Kolaborasi Fabregas dan Iniesta sudah terlihat selama berlangsungnya Piala Eropa 2012. Yang paling krusial tentunya saat melawan Kroasia di laga pamungkas grup. Saat itu, umpan lambung Fabregas diterima dengan sempurna oleh Iniesta yang kemudian memberikan assist untuk gol Jesus Navas. (UEFA)


Via: Fabregas: Iniesta Sumber Keyakinan Kami

Friday, June 29, 2012

Nadal Kandas di Babak Kedua


London - Kejutan terjadi di babak kedua Wimbledon 2012. Rafael Nadal yang merupakan unggulan kedua disingkirkan petenis non-unggulan, Lukas Rosol, dalam pertarungan lima set 7-6, 4-6, 4-6, 6-2, 4-6.

Dalam pertandingan yang selesai Jumat (29/6/2012) dinihari WIB, Nadal merebut set pertama dengan susah payah. Petenis asal Spanyol itu menang 7-6 (11/9) di set pertama.

Namun dua set berikutnya jadi milik Rosol. Petenis asal Rusia itu merebut set kedua dan set ketiga dengan 6-4, 6-4.

Nadal bangkit di set keempat dan menang 6-2. Namun di set penentuan, Rosol kembali mengungguli Nadal dengan skor 6-4.

Nasib lebih baik dialami oleh unggulan keempat asal Inggris, Andy Murray. Petenis tuan rumah itu menang 7-5, 6-7, 6-2, 7-6 atas Ivo Karlovic dan melangkah ke babak ketiga untuk menghadapi Marcos Baghdatis.

Jo-Wilfried Tsonga juga sukses melangkah ke babak ketiga. Menang 6-7, 6-4, 6-1, 6-3 dari Guillermo Garcia Lopez, Tsonga akan menghadapi Lukas Lacko di babak ketiga.

Unggulan ketujuh, David Ferrer, juga lolos ke babak ketiga. Ferrer mengalahkan Kenny de Schepper 7-6, 6-2, 6-4 dan akan berhadapan dengan Andy Roddick di babak selanjutnya.


Via: Nadal Kandas di Babak Kedua

Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim


Muaraenim - Sebanyak 16 tim mengikuti Kejurnas Arung Jeram "Arung Sumsel 2012" yang digelar di Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, 30 Juni-3 Juli 2012.

Saat ini ke-16 tim sudah berada di lokasi dan mulai mencoba arus di huluan Sungai Enim yang menjadi lokasi perlombaan.

Ke-16 peserta itu antara lain berasal dari Banten, Bandung, DKI Jakarta, Bengkulu, Palembang, Muaraenim, Medan, dan Tapanuli.

"Kejurnas ini selain untuk memasyarakat olahraga arung jeram, mengingat begitu banyaknya lokasi olahraga ini di Indonesia, juga menjadi ajang pembinaan, dan promosi pariwisata," kata Ahmad Rapanie Igama selaku ketua panitia pelaksana kepada detikcom, Jumat (29/06/2012).

Ada beberapa jenis lomba yang digelar dalam kejurnas ini yakni sprint dengan jarak 800-1.000 meter; head to head yakni lomba kecepatan secara simultan dengan jarak 800-1.000 meter; slalom atau lomba kecepatan dan keterampilan tim dengan jarak tempuh 1.000 meter; serta down river yakni lomba kecepatan dan keterampilan dalam jarak tempuh 3-5 kilometer.

Kejuaraan yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kabupaten Muaraenim, dan Federasi Arung Jeram Indonesia
Via: Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim